Senin, 16 Agustus 2010

traksi

PENGELOLAAN FRAKTUR DG.TRAKSI
:Pemakaian tenaga tarikan terhadap anggota tubuh atau bagian lain dari tubuh
persiapan
Pemeriksaan Ro


Tujuan
1. pertolongan Emergency
mempertahankan aligment dari frakmen tulang
perlindungan lebih lanjut pada jaringan sekitar
mengurangi rasa nyeri
mencegah shock
mengurangi perdarahan
2. Reposisi dari fraktur dan imobilisasi

Prinsip traksi
Traksi yg kontinyu fraktur yang tidak stabil dan garis fraktur oblique
jumlah beban yang digunakan u/ mereposisi bervariasi ;
tergantung kekuatan trauma , tarikan otot , waktu kejadian trauma

TRAKSI SKELETAL
: Adalah traksi yang langsung pada tulang
Gambaran dari traksi skeletal :
dilakukan anestesia lokal
Kirschner wire/ Steinman pin dimasukkan dalam tulang pad distal yang patah
Prosedur :
Kawat dimasukkan dalam kulit menembus tulang (dipasang di IBS dengan General Anestesia)
Pemasangan oleh Nurse :
Kedua ujung kawat dipasang gabus sumbat botol/penghalang logam,jarum kawat yg masuk ditutup kasa
Pada jarum dipasang penarik huruf U dan di beri bobot

TRAKSI KULIT

Dilaksanakan dengan pembalut flamel,pleister atau alat lain
EKSTENSI BUCK’S
Bentuk sederhana
Menarik penuh pada etremitas
Dipakai untuk penyembuhan spasme otot
Mobilitas bagian anggota badan sementara
Ex. fraktur panggul sebelum dilakukan reduksi terbuka dan fiksasi interna
Bila menggunakan bahan perekat kulit, kaki dicukur
Pleister/flamel dipasang lateral/medial
Dipererat dengan pembalut kassa /elastik banded
Pita harus dipasang lebih lebarb agar tarikannya lebih sempurna
Berat max 3,6 kg
Kontraindikasi :
Dermatitis statis
Arteriosklerosis
Alergi pleister
Varises
Ulkus varises ,ganggren
TRAKSI RUSSEL

Untuk pertolongan fraktur intertrocanorik dari femut jika pembedahan merupakan kontraindikasi
Dapat juga untuk pengobatan nyeri pinggang dan mengurangi spasmus


ASUHAN KEP.PADA KLIEN DG.PEMASANGAN TRAKSI
1. knowledge defisit r/t lack of experience with traction
kreteria hasil :
klien mengerti tentang tujuan dan aplikasi dari traksi
intervensi :
kaji pengetahuan klien tentang traksi
jelaskan tentang traksi yang berhubungan dg. Luka/trauma
ajarkan cara mencegah injury dan komplikasi dr traksi/pen
untuk skeletal traksi jelaskan prosedur “pin Insertio”

2. pain r/t fractured limb; musle spasme
kriteria hasil :
pasien mampu mengekspesikan rasa sakit
pasien mampak nyaman

intervensi :
kaji tentang tanda dan gejala nyeri
kaji kegiatan yang dapat menambah nyeri
kaji tentang gambaran nyeri
asses correct positioning traction

3. impaired physical mobility r/t fractur limb
kriteria hasil :
mobilisasi klien optimal
mampu menggerakkan otot
intervensi :
kaji tentang kemapuan ADL
kaji kemapuan ROM
kaji tingkat ketegangan otot
dorong klien untuk beraktifitas semaksimal mungkin
pertahankan fungsi tubuh secara seimbang
kaji komplikasi dari immobilisasi

4. impaired physical mobility r/t fractur limb
kriteria hasil :
mobilisasi klien optimal
mampu menggerakkan otot
intervensi :
kaji tentang kemapuan ADL
kaji kemapuan ROM
kaji tingkat ketegangan otot
dorong klien untuk beraktifitas semaksimal mungkin
pertahankan fungsi tubuh secara seimbang
kaji komplikasi dari immobilisasi
intervensi :
kaji pin sites/ open wound

infection?
kaji ketegangan kulit pin sites
kaji tanda vital
kaji pin setiap 8 jam
gunakan teknik aseptik

rawat PIN
perubahan drainage

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar